Kita sering mendengar ataupun membaca bahwa seorang anggota dewan mendapat sebutan Yang Terhormat. Biasanya disebut dengan kata-kata: Anggota Dewan Yang Terhormat, Wakil Rakyat Yang Terhormat. Lalu apakah yang menjadi landasan atau dasar untuk sebutan itu. Apa yang menjadi latar belakang pemberian sebutan itu?
Anggota dewan, baik DPR Pusat, DPRD Provinsi, ataupun DPRD Kabupaten/Kota dipilih melalui proses politik yang disebut dengan Pemilihan Umum yang diikuti seluruh warga negara yang telah memenuhi persyaratan. Jadi wajar bila mereka disebut Wakil Rakyat. Terlepas dari upaya untuk mendapat suara dengan cara-cara curang ataupun dengan politik uang. Dan juga terlepas dari banyaknya warga yang tidak memilih atau golput.
Kembali pada sebutan Yang Terhormat, merupakan apakah sebutan ini. Kalaulah ini merupakan sebuah gelar, layakkah ini disandang oleh mereka?! Menimbang, mengingat, dan memperhatikan tingkah polah anggota dewan, bolehlah menetapkan bahwa sebutan Yang Terhormat ini tidak layak untuk digelarkan pada mereka.
Kasus korupsi apapun modusnya, terlibat suap, sampai memakai narkoba, dan tindak kriminal. Seringnya absen yang menjadikan tingkat kehadiran rendah. Skandal seks; video dan foto yang melanggar norma. Entah banyak kasus apalagi yang menjadikan tidak layak untuk mendapat sebutan Yang Terhormat. Mungkin (sekali lagi - mungkin - ) memang tidak semua anggota dewan seperti ini, namun melihat betapa jamaknya hal-hal tidak terpuji itu dilakukan, baik anggota dewan di pusat maupun di daerah, wajar bila ada masyarkat yang skeptis terhadap kinerja mereka dan bersikap apatis melihat apa yang mereka kerjakan. Sehingga sulit untuk mencari sosok anggota dewan yang bersih, jujur, (berpengalaman, bekerja keras, amanah, profesional, intelek, dll.) seperti yang dijanjikan sewaktu kampanye.
Atas tulisan ini, mungkin ada yang kurang berkenan, maka mohon untuk dimaafkan. Bila Anda adalah anggota dewan yang adalah wakil kami dan Anda juga tidak berkenan, maka saatnya bagi Anda untuk berbenah.
Dan sudah saatnya bahwa sebutan Yang Terhormat bagi anggota dewan untuk tidak dipakaikan lagi.
