Blogger Subscribe LensaAsa BingkaiBuana

Nol Kilometer Jogja

Titik nol kilometer Jogjakarta tepatnya berada di persimpangan Jln. Achmad Dahlan, Jln. Senopati, Jl. Ahmad Yani dan Alun-alun Utara. Kawasan ini merupakan tujuan wisata yang terkenal di Jogjakarta. Beberapa daya tarik di kawasan ini antara lain Benteng Vredeburg, Gedung Agung, Gedung Senisono, Gebung BNI, Gedung BI, Kantor Pos, Museum Sonobudoyo, Pasar Beringharjo, Monumen Serangan Umum 1 Maret.


Kawasan ini pernah disebut sebagai Simpang Air Mancur sebab dulunya di tengah perempatan besar itu ada air mancurnya. Air mancur itulah yang disebut-sebut sebagai titik nol Kota Yogyakarta yang menjadi patokan dalam menentukan jarak antara Yogyakarta dengan daerah-daerah lainnya. Seiring dengan pertambahan penduduk yang berakibat semakin padatnya lalu lintas, air mancur itu kemudian dihilangkan.

Mengenai titik nol itu sendiri, sebenarnya masih ada beragam pendapat. Beberapa orang menyebut Tugu Pal Putih yang berada di ujung utara Jalan Mangkubumi sebagai penanda titik nol di Yogyakarta, hal ini dikarenakan Tugu Pal Putih sering disebut sebagai lambang Kota Yogyakarta. Ada juga yang mengatakan bahwa titik nol di Kota Yogya adalah Kraton Yogyakarta yang menjadi pusat kerajaan. Sementara yang lain berpendapat bahwa titik nol terletak di alun-alun utara tepat di tengah-tengah dua pohon beringin yang ada di alun-alun tersebut. Terlepas dari perdebatan tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta telah menetapkan wilayah yang berada dalam radius 100 meter dari titik di perempatan yang dulunya sebagai tempat air mancur itu sebagai Kawasan Nol Kilometer.

Gedung Agung pada malam hari

Ampera



Gambar apakah itu? Mungkin Anda mengernyitkan dahi memelototi gambar tersebut.
Tapi tentunya anda sudah sangat akrab dengan sebuah jembatan yang mulai dibangun pada tahun 1962, yang mempunyai panjang 1.117 meter. Jembatan yang pada awalnya dapat diangkat ke atas pada bagian tengahnya sehingga kapal dapat melintasi sungai dibawahnya. Bagian tengah jembatan ini dapat diangkat dengan peralatan mekanis, dengan dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. YA, INILAH SALAH SATU DARI DUA MENARA JEMBATAN ITU. 

Jembatan ini dulunya bernama Jembatan Bung Karno, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama yang secara sungguh-sungguh memperjuangkan pembangunannya. Melintasi sungai Musi, jembatan ini menghubungkan  Palembang bagian hilir dan bagian hulu dan menjadi kawasan wisata yang ramai dikunjungi selain Benteng Kuto Besak dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang terletak di dekatnya.

Earth Hour

Padamkan lampu dan peralatan listrik Anda yang tidak perlu selama satu jam. Dan tingkatkan kesadaran atas perlunya tindakan terhadap perubahan iklim.
Earth Hour 2013: Sabtu 23 Maret
20.30 - 21.30 (waktu setempat)