Blogger Subscribe LensaAsa BingkaiBuana

Dirga Rahayu Negeri Kita

Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945,
Kita Bekerja Keras untuk Kemajuan Bersama,
Kita Tingkatkan Pemerataan Hasil-hasil
Pembangunan untuk Keadilan Sosial Bagi
Seluruh Rakyat Indonesia

Terhentinya Sebuah Tradisi


Perhelatan Olimpiade Musim Panas 2012 di London resmi ditutup. Kontingen Indonesia hanya mampu mempersembahkan satu medali perak dan satu medali perunggu, semuanya dari cabang angkat besi. Pada olimpade tahun 2012 inilah kontingen Indonesia gagal mempersembahkan medali emas. Sebelumnya, pada perhelatan olimpiade tahun 1992, 1996, 2000, 2004, dan 2008, Indonesia selalu mendapatkan medali emas dan semuanya dari cabang bulu tangkis. Sejak bulu tangkis dipertandingkan sebagai cabang resmi dalam olimpiade tahun 1992, Indonesia mempunyai tradisi selalu memperoleh medali emas. Namun pada tahun 2012 ini, tradisi itu terhenti.

Untuk mengingat kembali pahlawan-pahlawan olahraga kita, berikut adalah peraih medali emas bulu tangkis di ajang olimpiade:

Barcelona 1992
Emas :
Alan Budikusuma  (tunggal putra)
Susi Susanti (tunggal putri)
Perak :
Ardy Wiranata  (tunggal putra)
Eddy Hartono/Rudy Gunawan (ganda putra)
Perunggu :
Hermawan Susanto (tunggal putra)



Atlanta 1996
Emas:
Perak:
Mia Audina (tunggal putri)
Perunggu:
Susi Susanti (tunggal putri)



Sidney 2000
Emas :
Tony Gunawan/Candra Wijaya (ganda putra)
Perak :
Hendrawan (tunggal putra)
Tri Kusharyanto/Minarti Timur (ganda campuran)
Perunggu :
-



Athena 2004
Emas :
Taufik Hidayat  (tunggal putra)
Perak :
-
Perunggu :
Sony Dwi Kuncoro (tunggal putra)
Eng Hian/Flandy Limpele (ganda putra)



Beijing 2008
Emas :
Markis Kido/ Hendra Setiawan (ganda putra)
Perak :
Nova Widianto/ Lilyana Natsir (ganda campuran)
Perunggu :
Maria Kristin Yulianti  (tunggal putri)


Dan ketika di tahun 2012 ini tradisi medali emas harus terhenti, sungguh-sungguh patut disayangkan. Hal ini harus menjadi koreksi kita terhadap pembinaan dan regenarasi pada cabang olahraga ini. Selain itu induk organisasi yaitu PBSI harusnya juga melakukan pembenahan diri. Bibit-bibit muda yang potensial begitu banyak di negeri ini, perlu adanya pembinaan secara berjenjang dan turnamen-turamen yang kompertitif untuk dapat menghasilkan calon-calon juara yang siap mengibarkan kemegahan merah putih di kancah olahraga dunia.
Pembenahan harus segera dimulai. Dan empat tahun mendatang harus kembali berkibar merah putih di Rio de Janeiro, Brasil.