Ya, ada apa dengan pocong? Jenis hantu yang satu ini semakin kehilangan jati dirinya saja! Tak heran bila kita turut bertanya-tanya seperti judul film tersebut. Hantu pocong menurut Kamus Bahasa Indonesia berarti hantu yg menyerupai mayat terbungkus kafan. Sedangkan menurut Wikipedia berarti sejenis hantu yang berwujud pocong, sedangkan pocong atau pocongan adalah istilah yang merujuk kepada jenazah yang dibalut kain kafan.
Mengapa dapat dikatakan pocong semakin kehilangan jati diri? Tengok saja film-film di negeri ini yang menjadikan pocong sebagai bagian dari ceritanya. Setelah bertarung versus kuntilanak, ada yang mengalami 40 hari kebangkitannya. Ini belum apa-apa..!!
Se’orang’ pocong perawan telah diambil talinya. Selain itu ada pocong yang akan diambil susuknya, ada pocong yang nyata alias the real pocong (berarti yang lainnya nggak nyata). Ada juga pocong setan di panti jompo, pocong di kamar sebelah, dan pocong di jalan blora.
Pengembaraan pocong belum selesai. Ada pocong yang berkeliling, pocong pada jumat kliwon, dan pocong di rumah angker. Mengamati film-film tersebut di atas, menjadikan sosok pocong ini seperti kehilangan ke’khas’anya sebagai pocong. Seakan-akan pocong telah kehilangan jati dirinya sebagai hantu yang disegani.
Masih belum puas dengan penderitaan pocong ini? Ada pocong yang mendendam karena mupeng, ada pula pocong yang jalannya ngesot (nggak loncat-loncat lagi), kemudian pocong mandi dengan goyang pinggul. Belum cukup? Ternyata ada juga pocong minta kawin! Memang mereka ini bukan pocong biasa.