Blogger Subscribe LensaAsa BingkaiBuana

Bahasa yang Ada-Ada Saja

Bahasa Alay semakin marak saja. Penggunaannya telah dengan sukses merambah forum-forum online, jejaring sosial macam facebook dan twitter, webblog, media chatting, kiriman email, sampai SMS.  Bagaimana asal muasal dan sejarahnya. Tentunya sulit ditelusuri secara pasti. Mungkin dimulai dari pengiritan huruf dalam menulis suatu kalimat untuk menyiasati terbatasnya karakter dalam pengiriman SMS, hingga menjadikan suatu kata menjadi terlihat keren, misal dengan mengganti huruf ‘K’ dengan ‘Q’, ‘S’ dengan ‘Z’, ataupun mengganti huruf dengan angka misalnya ‘A’ dengan ‘4’, ‘S’ dengan ‘5’.
Tidak ada rumus pasti. Dalam penggunaan bahasa alay suatu karakter bisa berfungsi sebagai dan mewakili banyak karakter lainnnya, tergantung konteks kalimatnya, dan tentunya sesuka yang nulis. Jadi tidak ada yang baku, misalnya sebagai berikut: angka 5 dapat menggantikan huruf S, misal ka5ih (kasih), tapi angka 5 dapat juga mewakili suku kata ‘ma’, dari kata lima diambil ma-nya saja, misal di5na (dimana). Sungguh-sungguh membuat bingung kan?! Apalagi bagi yang sangat awam. Bila boleh dikategorikan, pemakaiannya dapat digolongkan menjadi tiga; penyingkatan supaya pendek, penggantian dengan angka, dan penggunaan huruf besar kecil.
Bagaimana efek sampingnya? Adakah kekhawatiran bahwa bahasa alay ini akan menggerogoti Bahasa Indonesia sesuai Ejaan yang Disempurnakan? Mengingat pemakainya kebanyakan adalah anak-anak muda yang merupakan generasi penerus. Melihat perkembangannya, bahasa allay ini hanya terbatas pada dunia maya saja. Jadi dalam forum-forum resmi, atau misalnya saja di sekolah, tidak mungkin para siswa menjawab soal ujian dari gurunya menggunakan bahasa alay. Dan yang perlu dicatat, bahasa alay ini hanya terbatas pada bahasa tulisan saja, tidak bisa diterapkan dalam bahasa lesan. Akan tetapi bagi yang berpendapat sebaliknya, kekhawatirannya adalah bisa saja bahasa ini membuat kaum muda lupa akan penulisan bahasa yang baik dan benar, pemakaian tanda baca yang tepat, dan kaidah-kaidah bahasa lainnya.
Tidak bisa dilarang. Memang bahasa alay boleh digunakan, tapi hendaknya para pemakai dapat memahami dengan siapa, dalam forum apa, untuk tulisan yang seperti apa, bahasa itu dapat diterapkan. Hendaklah hanya terbatas saja, misalnya dalam hubungannya di dunia maya. Dan pastinya tetap bisalah untuk menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Dalam Undang-Undang No.24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, khususnya pada pasal 26 – 39, memang tidak ada ketentuan bahwa Bahasa Indonesia harus digunakan dalam tulisan chatting dan  SMS, tetapi itu bukan berarti boleh melupakan kaidah-kaidah dalam Bahasa Indonesia.

Maaf pada tulisan ini tidak ada contoh kata dan kalimat dalam bahasa alay, bisa pUczh1nz nulisnya.
Ju64  t'im4  k451h  Sp3s1aL  bwt  'Dik V3  YaN6  tl4h  M3mB'i  1n5p1R45i  4T4s  Tul1s4n  1n1

Jaga Kesehatan Saat Pergantian Musim

Perubahan suhu dan kelembaban yang mengiringi pergantian musim memang memaksa tubuh untuk beradaptasi dengan ekstra keras. Hal ini bila tidak diimbangi dengan daya tahan tubuh yang kuat tentunya dapat menjadikan tubuh rentan terserang penyakit.
Berikut ada beberapa solusi untuk tetap dapat menjaga kondisi tubuh agar selalu fit menghadapi pergantian cuaca; Konsumsi makanan bergizi, Istirahat dengan cukup, Olahraga secara teratur, Perbanyak minum air.
Selain itu juga jaga kebersihan lingkungan sekitar. Tentunya juga waspadai orang-orang di sekitar Anda yang sudah terkena penyakit, apalagi bila penyakit itu mudah sekali penularannya.
Dan ada yang perlu diingat, perhatikanlah tips-tips di atas bukan hanya saat pergantian musim saja. Akan tetapi perhatikanlah di setiap saat, di segala cuaca.
Kesehatan sangat amatlah penting, karena dimulai dari kesehatan kitalah dapat terbina negara yang sehat pula, yang akan menciptakan masyarakat sejahtera. Lalu sekarang ini orang-orang telah sehat, namun mengapa negara kita masih demikian keadaannya? Itulah.... karena meski raga telah sehat namun masih banyak yang sakit jiwanya.