Blogger Subscribe LensaAsa BingkaiBuana

Seorang anak bertanya pada ibunya...


Seorang anak yang baru pulang sekolah duduk menikmati makan siang bersama ibunya. Sambil menyendok makanan ia membuka perbincangan dengan ibunya...
Anak
:
“Bu, mengapa juga aku harus bersekolah, meraih nilai tinggi, melanjutkan ke jenjang lebih tinggi lagi. Tidakkah cukup sampai disini saja?”
Ibu
:
“Mengapa kamu berpikir seperti itu nak? Pendidikan itu penting untuk masa depanmu. Kamu harus meraih ilmu setinggi-tingginya. Ayah dan ibumu akan berusaha agar kamu bisa melanjutkan sekolah setinggi-tingginya.”
Anak
:
“Mengapa harus bersusah-susah bu, sedangkan seseorang yang tak tamat SMA dan hanya berijazah SMP bisa menduduki posisi menteri.”
Ibu
:
“Nah, harusnya itu lebih bisa memotivasi kamu. Orang yang hanya berijazah SMP saja bisa sukses sampai menjadi menteri, apalagi kita yang bisa bersekolah sampai tinggi dan mempunyai kesempatan menyelesaikan pendidikan sampai jenjang yang tinggi, haruslah lebih sukses lagi.”
Anak
:
“Tapi bukankah pendidikan tinggi belum tentu menjamin kesuksesan kita nantinya.”
Ibu
:
“Kata siapa nak. Tak perlu kamu hitung, tak usah kamu survey, berapa banyak orang-orang berpendidikan tinggi yang telah sukses dengan bekal ilmu yang mereka miliki, tapi yakinilah bahwa pengusaan ilmu pengetahuan akan membawa kita pada keberhasilan. Jadi jangan hanya mengejar ijazah, tapi raihlah ilmunya.”
Anak
:
“Lalu mereka yang tidak berpendidikan tinggi itu...”
Ibu
:
“Sudahlah nak, kamu belajar terus dengan rajin, kejar pendidikan setinggi mungkin, wujudkan cita-citamu. Doakan juga agar ayah dan ibumu mampu memberi dan membekali semaksimal mungkin demi pendidikan terbaik untukmu.”

Siapa yang Membuat Macet ?


Pada cuaca panas di ruas jalan sebuah kota besar, seseorang duduk di belakang kemudi sebuah mobil. Dengan gusar ia mengumpat dalam hati, tentang mobilnya yang tak bisa bergerak karena terjebak dalam kemacetan. Suara mesin kendaraan yang meraung-raung, ditambah bising klakson yang bersautan, menambah makin sesak suasana. Makin parah pula ia meluapkan amarah dalam umpatannya; ia menyalahkan banyaknya kendaraan yang berlalu lalang yang menyebabkan jalanan jadi sesak. Namun ada hal yang tak ia sadari, bahwa salah satu penyebab jalanan sesak dan menjadi macet adalah dirinya !!

Kemenangan itu Bernama Kebersamaan

Dikisahkan para anak-anak di suatu kampung mengikuti berbagai macam perlombaan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan negeri yang mereka cintai. Ada banyak lomba yang digelar, ada banyak peserta yang mengikutinya, juga aturan yang ditentukan oleh panitia yang harus dipatuhi.
Semua bergembira, semuanya, panitia senang, peserta riang, demikian juga penonton antusias, baik yang bersorak mendukung maupun sekedar menonton teman-temannya bertanding.
Pertandingan berjalan semarak, tidak ada kecurangan, tidak ada saling curiga antar peserta juga dengan panitia. Tidak ada celaan dari penonton, tidak ada hujatan dari pendukung.
Ada hadiah yang telah disediakan oleh panitia. Bagi yang memperolehnya tentu meluapkan rasa syukurnya tanpa kesombongan. Kepada yang tidak mendapat, tetap dapat berdiri tegak tanpa putus asa dan tetap bangga. Tidak ada raut kekecewaan, tidak ada yang mencoba menghalangi pencapaian peserta lomba lainnya, tidak ada yang menuntut ataupun melawan keputusan panitia.
Disini, di kampung ini, tidak ada yang namanya kekalahan, yang ada hanyalah kemenangan.
Dan Kemenangan itu bernama Kebersamaan.

Salam Merdeka..!!

Sedikit Catatan dari Letusan Kelud, Februari 2014

Kamis Pon, malam Jumat Wage, 13 Februari 2014, Gunung Kelud di Jawa Timur mengalami erupsi yang bersifat eksplosif.

Peningkatan status kegunung-apian dimulai pada tanggal 2 Februari 2014 dimana status dinaikkan dari Aktif Normal menjadi Siaga, namun sebenarnya peningkatan aktivitas sudah terjadi sejak akhir tahun 2013. Kemudian pada tanggal 10 Februari  2014 status dinaikkan lagi menjadi Waspada. Selanjutnya pada tanggal 13 Februari 2014 pukul 21.15 WIB, status dinaikan pada level tertinggi yaitu Awas. Tak lama setelah itu, pada pukul 22.50 WIB terjadi erupsi yang pertama.

kubah lava yang terbentuk akibat erupsi efusif tahun 2007
Akibat letusan ini, kubah lava yang terbentuk dari erupsi efusif berupa aliran magma pada tahun 2007 menjadi hancur. Hujan kerikil dan pasir terjadi dan bahkan hujan abu vulkanik yang terbawa angin mencapai sebagian wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat.

Erupsi Gunung Kelud berlangsung singkat, kondisi gunung setelah letusan satu malam tersebut berangsur tenang dan pada tanggal 20 Februari 2014 status diturunkan dari Awas menjadi Siaga. Selanjutnya pada tanggal 28 Februari 2014 status kembali turun menjadi Waspada.

Kondisi Jalan Dhoho, Kota Kediri yang berselimut pasir, 8 jam setelah erupsi pertama.

Jalanan sekitar Alun-Alun Kediri, pasir yang menutupi jalan menjadikan kendaraan melaju pelan dan debu yang berterbangan menggangu jarak pandang.

Nol Kilometer Jogja

Titik nol kilometer Jogjakarta tepatnya berada di persimpangan Jln. Achmad Dahlan, Jln. Senopati, Jl. Ahmad Yani dan Alun-alun Utara. Kawasan ini merupakan tujuan wisata yang terkenal di Jogjakarta. Beberapa daya tarik di kawasan ini antara lain Benteng Vredeburg, Gedung Agung, Gedung Senisono, Gebung BNI, Gedung BI, Kantor Pos, Museum Sonobudoyo, Pasar Beringharjo, Monumen Serangan Umum 1 Maret.


Kawasan ini pernah disebut sebagai Simpang Air Mancur sebab dulunya di tengah perempatan besar itu ada air mancurnya. Air mancur itulah yang disebut-sebut sebagai titik nol Kota Yogyakarta yang menjadi patokan dalam menentukan jarak antara Yogyakarta dengan daerah-daerah lainnya. Seiring dengan pertambahan penduduk yang berakibat semakin padatnya lalu lintas, air mancur itu kemudian dihilangkan.

Mengenai titik nol itu sendiri, sebenarnya masih ada beragam pendapat. Beberapa orang menyebut Tugu Pal Putih yang berada di ujung utara Jalan Mangkubumi sebagai penanda titik nol di Yogyakarta, hal ini dikarenakan Tugu Pal Putih sering disebut sebagai lambang Kota Yogyakarta. Ada juga yang mengatakan bahwa titik nol di Kota Yogya adalah Kraton Yogyakarta yang menjadi pusat kerajaan. Sementara yang lain berpendapat bahwa titik nol terletak di alun-alun utara tepat di tengah-tengah dua pohon beringin yang ada di alun-alun tersebut. Terlepas dari perdebatan tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta telah menetapkan wilayah yang berada dalam radius 100 meter dari titik di perempatan yang dulunya sebagai tempat air mancur itu sebagai Kawasan Nol Kilometer.

Gedung Agung pada malam hari