Kawasan ini
pernah disebut sebagai Simpang Air Mancur sebab dulunya di tengah perempatan
besar itu ada air mancurnya. Air mancur itulah yang disebut-sebut sebagai titik
nol Kota Yogyakarta yang menjadi patokan dalam menentukan jarak antara
Yogyakarta dengan daerah-daerah lainnya. Seiring dengan pertambahan penduduk
yang berakibat semakin padatnya lalu lintas, air mancur itu kemudian
dihilangkan.
Mengenai titik nol itu sendiri, sebenarnya masih
ada beragam pendapat. Beberapa orang menyebut Tugu Pal Putih yang berada di
ujung utara Jalan Mangkubumi sebagai penanda titik nol di Yogyakarta, hal ini
dikarenakan Tugu Pal Putih sering disebut sebagai lambang Kota Yogyakarta. Ada
juga yang mengatakan bahwa titik nol di Kota Yogya adalah Kraton Yogyakarta
yang menjadi pusat kerajaan. Sementara yang lain berpendapat bahwa titik nol
terletak di alun-alun utara tepat di tengah-tengah dua pohon beringin yang ada
di alun-alun tersebut. Terlepas dari perdebatan tersebut, Pemerintah Kota
Yogyakarta telah menetapkan wilayah yang berada dalam radius 100 meter dari
titik di perempatan yang dulunya sebagai tempat air mancur itu sebagai Kawasan
Nol Kilometer.
| Gedung Agung pada malam hari |