Kamis Pon, malam Jumat
Wage, 13 Februari 2014, Gunung Kelud di Jawa Timur mengalami erupsi yang
bersifat eksplosif.
Peningkatan status
kegunung-apian dimulai pada tanggal 2 Februari 2014 dimana status dinaikkan dari
Aktif Normal menjadi Siaga, namun sebenarnya peningkatan aktivitas sudah
terjadi sejak akhir tahun 2013. Kemudian pada tanggal 10 Februari 2014 status dinaikkan lagi menjadi Waspada. Selanjutnya
pada tanggal 13 Februari 2014 pukul 21.15 WIB, status dinaikan pada level
tertinggi yaitu Awas. Tak lama setelah itu, pada pukul 22.50 WIB terjadi erupsi
yang pertama.
 |
| kubah lava yang terbentuk akibat erupsi efusif tahun 2007 |
Akibat letusan ini,
kubah lava yang terbentuk dari erupsi efusif berupa aliran magma pada tahun
2007 menjadi hancur. Hujan kerikil dan pasir terjadi dan bahkan hujan abu vulkanik
yang terbawa angin mencapai sebagian wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa
Barat.
Erupsi Gunung Kelud
berlangsung singkat, kondisi
gunung setelah letusan satu malam tersebut berangsur tenang dan pada tanggal 20
Februari 2014 status diturunkan dari Awas menjadi Siaga. Selanjutnya pada tanggal 28 Februari
2014 status kembali turun menjadi Waspada.
 |
| Kondisi Jalan Dhoho, Kota Kediri yang berselimut pasir, 8 jam setelah erupsi pertama. |
 |
| Jalanan sekitar Alun-Alun Kediri, pasir yang menutupi jalan menjadikan kendaraan melaju
pelan dan debu yang berterbangan menggangu jarak pandang. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar